Yoga Pratama ยท @masayogaa

Posted 4 days ago
1.09K followers
989 views
122 likes
4 comments
1 shares

"๐™†๐™–๐™ข๐™ช ๐™—๐™š๐™—๐™–๐™จ ๐™ข๐™š๐™ข๐™ž๐™ก๐™ž๐™, ๐™ฉ๐™š๐™ฉ๐™–๐™ฅ๐™ž ๐™ ๐™–๐™ข๐™ช ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™—๐™š๐™—๐™–๐™จ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ ๐™ค๐™ฃ๐™จ๐™š๐™ ๐™ช๐™š๐™ฃ๐™จ๐™ž ๐™ฅ๐™ž๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฃ๐™ข๐™ช." โ€” ๐™Ž๐™ฉ๐™š๐™ฅ๐™๐™š๐™ฃ ๐˜พ๐™ค๐™ซ๐™š๐™ฎ Di kehidupan yang kaya akan tawaran duniawi ini, manusia kerap terlena dengan situasi yang membuatnya enggan untuk beranjak dari suatu posisi tertentu. Keterlenaan tersebut lahir dari sebuah kebiasaan yang ditanamkan sejak masa kecil. Jika kita menengok sejenak ke belakang - ke masa kecil kita masing-masing- , orang-orang tua mengajarkan kepada anak-anak mereka tentang kestabilan hidup. Misalnya, jika hari hujan maka akan ada larangan untuk keluar rumah dengan alasan bisa terkena sakit batuk atau flu dan sebagainya. Lantas apa kaitan permisalan tersebut dengan pilihan bebas dan konsekuensi? Mari kita renungkan bersama. Dari permisalan tersebut, dapat kita temukan bahwa hujan adalah situasi, mematuhi/melanggar larangan adalah pilihan, dan sakit/sehat adalah konsekuensi. Mereka yang lebih memilih patuh, konsekuensinya tidak terkena sakit. Hidup lebih stabil dan tidak banyak pikiran. Sedangkan mereka yang melanggar konsekuensinya bisa terkena sakit. Hidup jadi tidak stabil tapi punya pengalaman. Apa ironi dari kedua pilihan tersebut? Ketika kita memilih untuk patuh maka kita tidak akan pernah tau bagaimana situasi hujan itu, dan kita tidak akan pernah tau bagaimana rasanya terkena sakit flu setelah bermain hujan. Sedangkan dia yang memilih melanggar, akan sangat terbiasa dengan situasi hujan, walaupun konsekuensinya harus sakit, tetapi pengalaman terkena hujan akan membuatnya menjadi lebih kuat dan berani. Kedengarannya mungkin lebih berguna jika kita patuh dari pada melanggar. Tetapi jika kita melihat jauh ke depan, konsekuensi yang bakal diterima ialah mereka yg melanggar akan memiliki daya juang dan keberanian yang kuat, sebab mereka sedari kecil sudah terbiasa mengambil keputusan dan membuat pilihan yang didasarkan pada keyakinan pribadi meskipun akan ada konsekuensi yang tidak mengenakan. Kesimpulan: Ketika kita terbiasa untuk patuh maka di situ lah letak keterlenaan tadi. Kita tidak akan terbiasa untuk berani menghadapi konsekuensi atas pilihan sehingga tidak berani untuk membuat pilihan dan lebih suka hidup stabil -atau yang begini-gini saja-. Kita tidak siap menerima konsekuensi. Kita takut dan khawatir tentang apa yang akan terjadi besok dan hari-hari ke depan tidak berjalan stabil. Itulah mengapa pembiasaan sejak dini terkait pengambilan keputusan harus dibiasakan kepada anak-anak agar ketika mereka dewasa, mereka menjadi pribadi yang berani mengambil keputusan dan siap menanggung konsekuensinya. Bukan hanya menjadi pribadi yang patuh, tetapi penakut. #pilihan #kebebasan #narasi #pov #ideas