Posted 1 day ago
82.37K followers
5.39K views
58 likes
3 comments
3 shares
๐ฆ๐ฎ๐๐ ๐ฃ๐ฒ๐น๐ฎ๐ธ๐ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ด๐ฟ*๐๐ผ๐ธ๐ฐ๐ป ๐๐ถ๐ฐ๐ถ๐ฑ๐๐ธ ๐ฃ๐ผ๐น๐ถ๐๐ถ, ๐๐๐๐ฟ๐ถ ๐๐ถ๐ป๐บ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ถ ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐ฎ ๐ง๐ฒ๐ด๐ฎ๐: "๐ฆ๐ฎ๐๐ ๐ฃ๐ฒ๐น๐ฎ๐ธ๐ ๐๐ถ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ฝ ๐ง๐ฎ๐ธ ๐๐๐ธ๐๐ฝ, ๐๐ฎ๐บ๐ถ ๐ง๐ผ๐น๐ฎ๐ธ ๐๐ฎ๐บ๐ฎ๐ถ!" ๐ฆ๐จ๐๐ฅ๐๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐ โ Setelah sempat menjadi perhatian publik selama lebih dari sebulan, kasus pengr*yok4n sadis yang menimpa anggota Linmas Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, akhirnya menunjukkan perkembangan signifikan. Satreskrim Polres Jepara berhasil menciduk satu orang terduga pelaku utama. Meski begitu, kabar penangkapan ini tak lantas menyurutkan amarah dan rasa trauma keluarga korban. Pihak keluarga secara tegas menyatakan menolak segala bentuk mediasi dan mendesak kepolisian memburu seluruh pelaku tanpa sisa. Satu Pelaku Berinisial U Resmi Ditangkap Kepastian penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Oktavian Andika Saputra, S.Tr.K., S.I.K., M.H., saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (20/7/2026). "Benar, satu pelaku berinisial U sudah berhasil kami amankan. Saat ini perkara masih dalam pengembangan intensif oleh tim penyidik," ungkap AKP Oktavian. Penyidik menegaskan bahwa proses pendalaman peran masing-masing pihak yang terlibat dalam aksi pengr*yok4n tersebut masih terus berjalan. Polisi menjamin akan terus mengejar para pelaku lainnya yang turut menyebabkan korban menderita luka berat. Istri Korban Reaktif: "Satu Ditangkap Tak Cukup!" Di sisi lain, reaksi keras datang dari pihak keluarga korban. Istri dari Iwan (anggota Linmas yang menjadi korban pengr*yok4n) menegaskan bahwa penangkapan satu pelaku saja belum memberikan rasa keadilan bagi keluarganya. Ia menutup rapat-rapat pintu mediasi dan meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. "Satu pelaku ditangkap itu tidak cukup! Suami saya dikeroyok oleh banyak orang sampai luka parah dan bersimbah darah. Kami tegas menolak damai. Tidak ada ruang mediasi karena tindakan mereka sangat kejam dan meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga kami," tegas sang istri dengan mata berkaca-kaca. Jejak Kekerasan di Tempat Hajatan Peristiwa memilukan itu sendiri terjadi pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Korban yang saat itu menjalankan tugas resmi mengamankan acara hiburan organ tunggal di hajatan warga Desa Gemulung, mendadak diserang secara brutal oleh sekelompok penonton. Korban dipukul membabi buta menggunakan gelas dan toples beling hingga pecah, mengakibatkan luka robek serius di bagian kepala, wajah, dan leher. Bahkan, kerasnya benturan pemukulan tersebut sempat membuat salah satu pelaku mengalami luka pada tangannya sendiri. Dukungan penuh juga terus mengalir dari Paguyuban Linmas Jepara yang dipimpin oleh Joko Rintono. Pihaknya berjanji akan terus mengawal kasus aksi pengr*yok4n ini bersama Polres Jepara hingga seluruh pelaku diseret ke meja hijau. . . sc,metro8 #SuaraJepara #BeritaJepara #JeparaHariIni #InfoJepara #PolresJepara