Posted 3 days ago
82.37K followers
48.9K views
346 likes
45 comments
78 shares
𝗠𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶 𝟱 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻, 𝗣𝗧 𝗦𝗮𝗺𝘄𝗼𝗻 𝗕𝘂𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗚𝘂𝗹𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗶𝗸𝗮𝗿 𝗽𝗲𝗿 𝟭 𝗔𝗴𝘂𝘀𝘁𝘂𝘀 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗦𝗨𝗔𝗥𝗔𝗝𝗘𝗣𝗔𝗥𝗔 – Kabar duka kembali menyelimuti industri manufaktur di Jawa Tengah. Ratusan pekerja di Kabupaten Jepara kini harus menghadapi kenyataan pahit. Mulai 1 Agustus 2026, PT Samwon Busana Indonesia yang berlokasi di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan resmi menghentikan seluruh operasional pabriknya secara permanen. Keputusan berat ini otomatis memicu badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal yang mengancam nasib sekitar 670 karyawan setempat. Lima Tahun Terjebak Tren Negatif Kabar penutupan ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DinkopUMKNakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza. Ia menjelaskan bahwa keputusan ekstrem ini diambil oleh manajemen pusat setelah mengevaluasi performa keuangan yang terus merosot. "Perusahaan menyampaikan bahwa berdasarkan laporan keuangan, kurang lebih selama lima tahun terakhir kondisinya merugi. Karena itu, perusahaan pusat memutuskan untuk menutup operasional pabrik Samwon di Jepara," ujar Zamroni saat dihubungi pada Sabtu (18/7/2026). Juli 2026 ini menjadi bulan terakhir bagi para buruh garmen di sana untuk menggantungkan asa. Per tanggal 1 Agustus nanti, gerbang pabrik dipastikan tertutup rapat. Akhir Perjalanan Raksasa Garmen Kalinyamatan Sejak menapakkan kaki di Jepara pada tahun 2014, PT Samwon Busana Indonesia sebenarnya telah bertransformasi menjadi salah satu roda penggerak ekonomi utama di Kecamatan Kalinyamatan. Fokus pada manufaktur tekstil dan konveksi dengan orientasi pasar ekspor, perusahaan ini sempat menjadi primadona penyerap tenaga kerja lokal selama lebih dari satu dekade. Namun, hantaman kerugian yang beruntun dalam 5 tahun terakhir akhirnya membuat sang raksasa tekstil menyerah pada keadaan. Dampak Nyata bagi Sektor Tenaga Kerja Kehilangan 670 lapangan pekerjaan sekaligus tentu menjadi pukulan telak bagi sektor ketenagakerjaan di Jepara. Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memitigasi dampak sosial ekonomi dari ratusan pekerja yang mendadak kehilangan mata pencaharian utama mereka di awal Agustus mendatang. Hingga saat ini, proses transisi hak-hak karyawan pasca-penutupan pabrik masih terus dipantau oleh pihak terkait agar hak para pekerja tetap terpenuhi sesuai dengan regulasi yang berlaku. . . sc,harianmuria #SuaraJepara #KabarJepara #InfoJepara #JeparaHariIni #pabrikjepara