Suara Jepara ยท @suarajepara

Posted 2 months ago
82.37K followers
1.4M views
28.2K likes
146 comments
708 shares

๐——๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฝ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐˜‚! ๐— ๐—ฎ๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ผ ๐—๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—•๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ต ๐Ÿญ๐Ÿฌ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—จ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ '๐—Ÿ๐—ฎ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป' ๐—ฑ๐—ถ ๐—”๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ž๐—ฎ๐˜†๐˜‚, ๐—›๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—•๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ป ๐—š๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐—ฆ๐—จ๐—”๐—ฅ๐—”๐—๐—˜๐—ฃ๐—”๐—ฅ๐—”//๐—๐—”๐—ž๐—”๐—ฅ๐—ง๐—” โ€“ Nama Kabupaten Jepara kembali mengguncang jagat seni nasional. Bukan karena produksi massal furniturnya, melainkan karena sebuah mahakarya yang lahir dari kesabaran tingkat tinggi. Suhartono, seorang maestro ukir asli Bumi Kartini, sukses mencuri perhatian publik dalam ajang Pameran Tatah 2026 di Museum Nasional Indonesia. Tak tanggung-tanggung, pria yang akrab disapa Hartono ini menghabiskan waktu hingga 10 tahun hanya untuk menyelesaikan satu buah karya bertema Biota Laut. Ketekunan yang melampaui batas kewajaran ini sontak membuat para pengunjung dan pejabat kementerian geleng-geleng kepala karena takjub. Membawa Samudra ke Dalam Serat Kayu Karya masterpiece tersebut bukan sekadar ukiran biasa. Di atas lembaran kayu jati pilihan, Hartono berhasil menciptakan kedalaman visual yang membuat siapa pun yang melihatnya merasa sedang diving atau menyelam di bawah laut. Detail ikan, terumbu karang, hingga tekstur air laut digarap dengan sangat halus. Hartono mengaku inspirasi ini datang dari kecintaannya pada laut Jepara dan Kepulauan Karimunjawa. "Saya ingin menghadirkan suasana bawah laut yang nyata. Jika Anda melihatnya dari jarak sangat dekat, ukiran ini akan mengajak Anda seolah sedang menyelam," ungkap Hartono dengan mata berbinar. Rahasia di Balik Detail: Tatah yang Dimodifikasi Mengapa butuh waktu satu dekade? Hartono menjelaskan bahwa kerumitan motif biota laut tidak bisa dikerjakan dengan alat ukir standar. Ia harus menjadi "insinyur" bagi alatnya sendiri. Alat Khusus: Ia memodifikasi gerinda dan kikir menjadi ukuran sangat kecil dan setajam silet. Akses Sulit: Alat modifikasi ini digunakan untuk menjangkau sela-sela ukiran yang paling sempit yang tidak mungkin disentuh oleh tatah biasa. Material: Kayu jati dipilih karena kekuatan seratnya yang mampu menahan detail kerumitan tinggi tanpa pecah. Bupati Jepara: "Ini Adalah Jiwa Kami" Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang hadir dalam pembukaan pameran tersebut menyatakan bahwa apa yang dilakukan Suhartono adalah bukti bahwa seni ukir Jepara bukan sekadar industri, melainkan perjalanan spiritual. "Tatah bukan sekadar alat, tapi perpanjangan tangan dan representasi jiwa pengukirnya. Dari setiap ketukannya, lahir karya yang sarat makna," tegas Bupati Witiarso. Menuju Warisan Dunia UNESCO Momentum ini juga menjadi sinyal kuat bagi pemerintah pusat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang meresmikan pameran tersebut menegaskan bahwa kualitas karya seperti milik Suhartono memperkuat posisi Seni Ukir Jepara untuk segera diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Bagi warga Jepara, kisah Suhartono adalah pengingat penting: Di tengah gempuran teknologi mesin, sentuhan tangan dan kesabaran manusia tetaplah menjadi "ruh" yang tak bisa digantikan oleh apa pun. Source,rri.co.id #suarajepara #seniukirjepara #maestrojepara #jeparamemangis #ukiranjepara