Posted 2 weeks ago
90.36K followers
190.16K views
19.7K likes
249 comments
2.26K shares
Erupsi yang terjadi hampir bersamaan pada enam gunung api di Indonesia pada 31 Agustus 2026 tidak menunjukkan adanya satu pemicu geologi yang menghubungkan seluruh aktivitas tersebut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan setiap gunung memiliki sistem vulkanik dan proses menuju erupsi masing-masing. Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati mengatakan aktivitas tersebut merupakan bagian dari dinamika gunung api di Indonesia. Dengan posisi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki 127 gunung api aktif, erupsi yang berlangsung pada hari yang sama dapat terjadi tanpa harus memiliki hubungan sebab-akibat. Rita mengibaratkan sistem vulkanik setiap gunung seperti memiliki dapur sendiri. Karena itu, proses yang berlangsung di bawah satu gunung tidak secara otomatis memengaruhi gunung lainnya. "Kalau bahasa sederhananya dapurnya itu masing-masing, dapurnya itu sendiri-sendiri, begitu ya, dan proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya itu juga berbeda-beda. Kami tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan di tanggal 31 Agustus," ujar Rita di Kompleks Badan Geologi Bandung, Rabu (2/9). Penjelasan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi terhadap kekhawatiran publik yang mengaitkan sejumlah erupsi dengan aktivitas gempa bumi. Menurut Rita, gempa tektonik tidak bisa langsung dianggap sebagai penyebab gunung api meletus. Keterkaitan baru dapat disimpulkan apabila data pemantauan gunung menunjukkan perubahan yang mendukung, antara lain peningkatan kegempaan vulkanik dalam, perubahan bentuk tubuh gunung atau deformasi, serta perubahan suhu dan pelepasan gas vulkanik. #mountain #erupsi #trending #gunung #indonesia