Posted 2 weeks ago
5.33K followers
717.8K views
17.8K likes
399 comments
772 shares
HEBOH ! JOGET LUCU RENTAK KUDO KERINCI VIRAL MENDUNIA. Ada satu musik tradisional dari pelosok Jambi yang belakangan justru membuat media sosial ramai. Namanya Rentak Kudo. Musik dan gerakannya mungkin terdengar sederhana. Tapi siapa sangka, irama khas masyarakat Kerinci ini sekarang bisa terdengar sampai ke luar Indonesia. Beberapa waktu terakhir, potongan musik Rentak Kudo ramai digunakan sebagai backsound berbagai video di media sosial. Orang-orang tidak hanya menikmati musiknya, tetapi juga ikut mencoba gerakannya. Yang menarik, tren ini kemudian berkembang menjadi semacam tantangan spontan. Ada yang menggunakannya untuk video lucu, aktivitas sehari-hari, sampai membuat versi joget mereka sendiri. Dan ketika musiknya mulai dipadukan dengan berbagai gaya video, Rentak Kudo justru terasa semakin mudah diterima oleh orang yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal budaya Kerinci. Salah satu yang ikut menjadi sorotan adalah penggunaan dendang Kudo Kulabu atau Rentak Busamo. Dalam tradisi Kerinci, istilah Rentak Busamo memiliki makna kurang lebih sebagai hentakan yang dilakukan bersama-sama. Jadi, bukan hanya soal menari atau berjoget, tetapi juga menggambarkan kebersamaan masyarakat. Musiknya sendiri memiliki karakter yang sangat mudah dikenali. Ada hentakan yang kuat, irama yang bersemangat, dan gerakan kaki yang terlihat seperti derap seekor kuda. Dari sinilah nama Rentak Kudo kemudian dikenal. Sejumlah penelitian mengenai tradisi ini juga menjelaskan bahwa gerakannya memiliki keterkaitan dengan unsur langkah silat masyarakat Kerinci. Namun Rentak Kudo sebenarnya bukan budaya baru yang muncul karena TikTok. Jauh sebelum masuk ke media sosial, kesenian ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, Jambi. Dalam perkembangannya, Rentak Kudo digunakan dalam berbagai perayaan masyarakat. Mulai dari acara adat, pesta pernikahan, hingga kegiatan yang berkaitan dengan rasa syukur masyarakat. Ada pula unsur khas yang membuat pertunjukan ini berbeda dari sekadar tarian biasa. Para penari biasanya bergerak bersama mengikuti irama musik, sementara seorang pengasuh membawakan dendang dan syair dengan bahasa Rawang. Jadi di dalam satu pertunjukan, ada musik, tarian, pantun, bahasa daerah, dan interaksi masyarakat yang semuanya bercampur menjadi satu. Penelitian tentang perkembangannya bahkan mencatat bahwa Rentak Kudo mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bentuk musik, alat pengiring, pakaian, hingga cara pertunjukannya ikut menyesuaikan perkembangan zaman. Menariknya, justru kemampuan beradaptasi inilah yang sekarang membuat Rentak Kudo kembali mendapatkan perhatian. Dulu orang harus datang ke sebuah acara di Kerinci untuk melihat pertunjukannya. Sekarang, cukup membuka ponsel, seseorang dari daerah lain bahkan negara lain bisa menemukan musik tersebut hanya dalam hitungan detik. Dan inilah kekuatan media sosial. Sebuah kesenian yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat tertentu bisa tiba-tiba masuk ke linimasa jutaan orang karena satu potongan musik dianggap menarik. Ketika satu orang membuat video, orang lain ikut menggunakan audionya. Kemudian muncul versi lain. Lalu dibuat remix. Kemudian digunakan untuk video lucu. Dan tanpa terasa, sebuah musik daerah berubah menjadi tren digital. Laporan media lokal pada September 2026 menyebut fenomena Kudo Kulabu memang sedang ramai digunakan dalam berbagai konten media sosial. Salah satu laporan bahkan mencatat sebuah video yang menggunakan musik tersebut mendapatkan puluhan ribu tanda suka dan ribuan komentar serta bagikan. Yang lebih menarik lagi, jejak penggunaan musik Rentak Kudo juga mulai muncul dalam konten yang diberi sentuhan Arabian atau gaya musik Timur Tengah. Karena itu, muncul berbagai video yang memperlihatkan orang-orang dari luar Indonesia ikut menikmati iramanya. #rentakkudo #kerinci #jambi #rentakbusamo #rentakkudokerinci